Published
- 2 min read
Dzulfahmi - DZUL
Context
Rilisan terbaru dari salah satu nama yang tidak asing di skena hip hop tanah air, Dzulfahmi, hadir melalui album perdananya yang bertajuk DZUL. Setelah lama dikenal dengan pendekatan “lyrical” dan boom bap, proyek ini menjadi pergeseran yang jelas. Farhan Ahmad Dzulfahmi kini bermain di wilayah yang lebih modern, dengan penggunaan auto tune dan trap beat yang mendominasi.
Transisi ini mulai terasa sejak perilisan GIZA pada Agustus 2025 melalui kanal YouTube-nya. Antusiasme pendengar terhadap lagu tersebut cukup tinggi, meskipun pada saat itu belum hadir di DSP. Alih-alih merilis GIZA secara resmi, Dzulfahmi justru melanjutkan langkahnya melalui Lika & Liku bersama Jebung yang diproduseri oleh Da Kriss, salah satu nama yang konsisten dalam membentuk warna hip hop lokal.
Writing & Identity
Secara penulisan, DZUL masih mempertahankan kekuatan utama Dzulfahmi: wordplay. Liriknya tetap padat, penuh referensi, namun tidak kehilangan aksesibilitas.
Gua bunga Murakami
Lu bunga Adakami
Baris seperti ini menjadi contoh bagaimana ia memainkan referensi pop dengan cara yang ringan namun tetap tajam.
Sonic Direction
Dari sisi produksi, album ini didukung oleh deretan produser seperti Da Kriss, Rai Anvio, pxzvc, ferualf, Emirates, Red Uzi, dan Prime Manifez. Namun, meskipun melibatkan banyak nama, arah soniknya tetap bermain di pola yang sama.
Pendekatan ini membuat sebagian besar track terdengar seragam, dengan sedikit variasi yang benar-benar membedakan satu lagu dengan lainnya.
Critical Core
Namun di balik semua itu, DZUL tidak memiliki identitas yang jelas sebagai sebuah album. Hampir tidak ada momen yang benar-benar melekat, dengan GIZA sebagai pengecualian. Secara sonik, proyek ini terlalu dekat dengan tren yang lebih dulu dibentuk oleh kolektif seperti PORIS dari Tangerang dan SOUTHBE dari Bekasi.
Alih-alih terdengar sebagai evolusi yang unik, DZUL justru terasa seperti adaptasi dari formula yang sudah ada, tanpa menawarkan diferensiasi yang signifikan.
Verdict
Sebagai album perdana, ini tetap merupakan langkah besar bagi Dzulfahmi. Namun sebagai sebuah pernyataan artistik, proyek ini belum berhasil berdiri dengan karakter yang jelas.
6/10
Standout Track
GIZA
Weakest Track
Bawah Bintang (paling terasa generik dan tidak memberi variasi)